ZAENAL ARIFIN

Jumat, 25 Oktober 2013

MAZHAB ISLAM

Empat Imam Mazhab Fikih dalam Islam


Imam empat serangkai adalah imam-imam mazhab fiqih dalam Islam. Mereka imam-imam bagi mazhab empat yang berkembang dalam Islam. Mereka terkenal sampai kepada seluruh umat di zaman yang silam dan sampai sekarang. Mereka itu adalah :
Abu Hanifah Annu’man
Malik bin Anas
Muhammad Idris Asy-Syafi’i
Ahmad bin Muhammad bin Hambal
Karena pengorbanan dan bukti mereka yang besar terhadap agama Islam yang maha suci, khususnya dalam bidang ilmu fiqih mereka telah sampai ke peringkat atau kedudukan yang baik dan tinggi dalam Islam. Peninggalan mereka merupakan amalan ilmu fiqih yang besar dan abadi yang menjadi kemegahan bagi agama Islam dan kaum Muslimin umumnya.
Karena kesuburan dan kemasyhurannya dalam ilmu fiqih di samping usaha-usaha mereka yang bermacam-macam terhadap agama Islam nama-nama mereka sangat dikenal pada zaman kejayaannya Islam.
Mereka bekerja keras untuk menjaga dan menyuburkan ajaran-ajaran Islam dan menyiarkan kepada seluruh umat lebih-lebih dalam ilmu fiqih sejak terbitnya nur Islam.
Pengetahuan tentang ini mendapat perhatian kita kepada sejarah perundangan atau perkembangan ilmu fiqih dalam Islam. Agama Islam disampaikan kepada seluruh manusia. Sumber-sumber atau pokok ajarannya ialah Quranul-Karim, yaitu sebuah kitab yang tidak ada sedikitpun kebatilan, diturunkan oleh Allah swt. Tuhan yang Maha bijak dan amat terpuji.
Al-Quran ialah sebuah kitab ‘aqidah (kepercayaan) dan syariat (undang-undang), yang membicarakan tentang amal ibadat dan juga membicarakan tentang perlembagaan atau sistem hidup duniawi, seperti undang-undang keluarga (Family Law) hukum-hukum jual-beli (Commercial Law) dan peraturan kebiasaan sehari-hari (Civil Law) hukum yang berkaitan dengan jenayah (Criminal Law) dan balasan-balasan, juga cara bergaul antara satu sama lain atau antara satu kumpulan dengan kumpulan yang lain, dan juga cara hubungan antara bangsa (International Relation).
Di samping Al-Quran sebagai sumber utama, terdapat pula Hadits Rasulullah saw. yang dijadikan sebagai penafsir atau penerang, pengkhusus atau penerap dan penganalisa-penganalisa. Tiap-tiap bab atau dari hasil hukum fiqih kita dapat hadits-hadits yang dapat menerangkan atau mengaplikasikan tentang kepentingan ini dapat sebagai bukti firman Allah swt. kepada Nabi-Nya.
وأنزلننا إليك الذّ كر لتبيّن للنّاس ما نزل اليهم لعلّهم يتفكّرون.
Artinya :
Bahwa Kami (Allah) turunkan kepada engkau agar engkau menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka mau berfikir.
Rasulullah saw. menerangkan ajaran-ajarannya dengan ucapan-ucapan, perbuatan dan dengan seruan manakala orang-orang Islam menghadapi sesuatu masalah atau problem tentang hukum-hukum mereka lansung menemui Rasulullah dan bertanya kepada Rasul. Rasulullah menjawab kepada mereka dengan wahyu yang diturunkan dari Allah swt.
وما ينطق عن الهوى. إن هو إلاّ وحي يوحى.
Artinya :
Dan Rasulullah tidak berbicara menurut kehendak hatinya tetapi berdasarkan wahyu dari Allah swt.
Rasulullah mengajarkan kepada para sahabat-sahabatnya. Mereka adalah orang yang baik tanggapannya dan halus paham-pahamnya dan betul-betul ikut dan ikhlas. Oleh karena itu ucapan atau percakapan mereka diterima dan ternilai.
Rasulullah membenarkan kepada mereka untuk berjihad sekiranya tidak ada nas atau dasar sebelumnya, supaya mereka tidak hanya berpegang kepada nas al-kitab dan al-hadits dengan syarat tidak menyimpang dari prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan agama.
Rasulullah telah mengutus Muaz bin Jabal ke negeri Yaman sebagai Da’i dan menunjuk juga sebagai hakim (Kadli). Rasul bertanya kepada Muaz : “Bagaimana kamu dalam menyelesaikan sesuatu masalah jika ditanya tentang hukum-hukum ?”. Muaz menjawab : “Berdasarkan dengan Al-Quran”. Rasulullah bertanya lagi : “Sekiranya tidak ada dalam Al-Quran?” Jawabnya : “Dengan sunnah Hadis Rasulullah”. Rasul bertanya lagi : Sekiranya tidak ada dalam sunnah hadits Rasulullah?” Ia menjawab : “Aku berjihad”.
Rasul menepuk-nepuk dada Muaz dengan kagum dan berkata : “Segala puji bagi Allah swt. yang memberi petunjuk kepada utusan Rasulullah dengan perkara yang diridhai atau diperkenankan oleh Rasulnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar