ZAENAL ARIFIN

Jumat, 19 Februari 2016

HAKEKAT MASYARAKAT

HAKEKAT MASYARAKAT
            Dalam masyarakat  berlangsung proses kehidupan sosial, proses antar hubungan dan antaraksi. Masyarakat dapat diartikan sebagai wadah atau medan tempat berlangsungnya antaraksi warga masyarakat itu. Bagi setiap warga masyarakat , adalah lebih baik mengenal  “masyarakat” dimana ia menjadi bagian daripadanya. Adalah suatu kenyataan ,bahwa kita hidup, bergaul, bekarja, sampai meninggal dunia dilingkungan masyarakat.
A.      PENGERTIAN MASYRAKAT DAN STRUCTUR SOSIAL
Masyarakat diartikan sebagai suatukehidupan bersama disuatu wilayah dan waktu tertentu yang terbentuk antar  hubungan antaraksi warga masyarakat itu dengan alam sekitar. Secara sederhana ogburn dan Ninkoffdalam bukunya Sosiologi antara lain menulis:”A community is a group or a collection of groups  that in habitat a locality (17:291). “suatu masyarakat ialah suatu kelomok atau sekumpulan kelompok-kelompok yang mendiami suatu daerah.”
Oleh karena jumlah masyarakat yang relatif besar dan luas, ada pembedaan-pembedaan yang dikenal dengan istilah ”masyarakat kota”, “masyarakat desa”,”masyarakat pedalaman”,”masyarakat agraris”, ada pula ” masyarakat atas”,”masyarakat bawah”, dan sebagainya.
Dasar daripada penggolongan tersebut adalah unsur-unsur kebudayaan, faktor ekonomi, disamping sistem nilai yang lain dapat menjadi dasar klasifikasi itu. Kelas-sosial dan heterogenitas warga masyarakat cenderung menjadi kriteria atau ukuran untuk menilai apakah suatua masyarakat itu maju,makmur atau sebaliknya.
Suatu masyarakat menerapkan sisitem  nilai didalam masyarakat dengan kelas-kelas sosial dapat disebut sebagai suatu structur sosial. Bagaimana proses dan tatacara mekanisme masyarkat itu atau prosedur atau hakdan kewajiban warga masyarakat itu dilaksanakan.
B.      PANDANGAN FILOSOFIS TENTANG HAKEKAT MASYARAKAT 
Hakekat terbentuknya masyarakat tak dapat dipisahkan dengan usaha untuk mengerti peranan manusia itu didalam masyarakat. Manusia adalah subjek didalam masyarakat. Jadi  uraian tentang masyarakat pasti dihubungkan dengan fungsi dan kedudukan manusia didalam masyarakat.
1.      Teori Atomistic
Sebelum terbentuknya negara manusia sebagai pribadi yang bebeas dasn independent. Kebebasan dan kemerdekaan individu itu dimilikinya sebagai anugrah Tuhan menurut kepercayaan kaum beragama. Dengan kebebasan individu dan didorong oleh motif dan tujuan tertentu, mereka secara suarela membentuk masyarakat, sebagai suatu bentuk kehidupan bersama.
Hakekat masyarakat terutama pada individu-individu yang secara kodrati memiliki hak-hak asasi berupa hidup,kemerdekaan, hak-milik, cita-cita dan sebagainya. Individu merupakan asas atauunsur terkecil terbentuknya masyarakat. Dengan demikian individu seperti atom-atom sebagai sumber terkecil terbentuknya wujud benda.  Pada hakekatnya individu adalah atom yang membentuk masyarakat.
Berdasarkan asas pandangan atomisme ini penghargaan kepada pribadi manusia adalahprinsip utama. nilai-nilai sosial didalam masyarakat berioerentasi kepada martabat manusia. Artinya setiap praktek tentang kehidupan didalam masyarakat selalu diarahkan bagi pembinaan hak-hak asasi manusia,demi martabat manusia.
2.      Teori  Organisme
Pada dasarnya setiap individu dilahirkan dan berkembang didalam masyarakat. Manusia lahir bukanlah atas kehendak melainkan berlangsung secara kodrati. Realita menunjukan bahwa sesorang dilahirkan dalam keadaan tak berdaya. Keadaan dan perkembangannya sangat tergantung kepada orang lain. Oleh karena itu, adalah kenyataan bahwa kehidupan sosial sesungguhnya bersifat interdepensi (saling tergantung).
Hanya dalam wujud dan kondisi kebersamaan dalam interdependensi itulah realita masyarakat berlangsung dan dengan adanya individu didalam masyakat hanyalah karena kebersamaan itu. Wujud kebersamaan masyarakat adalah primer  dibanding dengan wujud individu. Makna individu hanyalah sebagai bagian atau unsur suatu organisme. Masyarakat adalah seperti satu tubuh suatu organisme, sedangkan individu adalah  bagian-bagian daripada organisme itu. Ini berarti kehendak, gerak-tindak masyarakat didorong atas kehendak dan kepentingan bersama.
3.      Teori Integralistik
Meskipun masyarakat sebagai  suatu lembaga yang mencerminkan kebersamaan sebagai satu totalitas, namun tak dapat diingkari realita manusia sebagai pribadi. Sebaliknya manusia pribadi selalu ada dan hidup didalam kebersamaan didalam masyarakat sama dengan adanya masyarakat. Dengan kata lain, jelas ribadi manusia adalah suatu realita didalammasyarakat ,seperti halnya masyarakat pun adalah relita adalah realita diantara bangsa-bangsa didunia ini.
Mempertentangkan kedudukan dan kepentingan-kepentingan individu dengan masyarakat , adalah tidak relistis. Masyarakat sebagai keseluruhan sudah sewajarnya  memiliki  kekuasaan dan wewenang yang besar dan tinggi. Tetapi masyarakat pun mengemban satukewajiban dan tanggung jawab yang besar atas warga masyarakat. Masyarakat harus mampu mengemban danmewujudkan tanggung jawab sosial atas individu-individu , karena masyarakat sesungguhnya menerima limpahan kepercayaan dari tiap-tiap warga masyarakat untuk berfungsi sebagai pengayom warga masyarakat semua.
Kedudukan individu didalammasyarakat sewajarnya disamping menyadari hak-hak asasi, kepentingan dan kedudukannya terutama kewajiban dan tanggung jawab sosial. Hanya dengan keseimbangan dan kesadaran atas masing-masing kewajiban sesamanya akan terwujud harmonisme, kesejahteraan lahir dan batin. Praktek tata kehidupan sosial berdasarkan kesadaran nila-nilai, norma-norma sosial yang dan dijinjiung bersama baik oleh individu sebagai pribadi, maupun oleh masyarakat sebagai  lembaga.



C.      HUBUNGAN MASYARAKAT DAN PENDIDIK
Seluruh proses kehidupan manusia berlangsung didalam masyarakat dan sebagian untuk masyarakat disamping sebagian untuk dirinya sendiri. Pada dasarrnya semua proses dalam kehidupan manusia adalah pelaksanaan asas-asas kesadaran hak-hak dan kewajiban manusia. Tingkat kesadaran akan hak-hak asasi, kemampuan menunaikan kewajiban adalah pelaksanaan fungsi kemanusiaan  tiap pribadi. Bagaimana manusia menunaikan semua fungsi kemanusiaan dan fngsi sosial didalam masyarakat adalah masalah pendidikan.
Prof. Thomson dalam bukunya menguraikan dengan ringkas masalah pendidikan ”pendidikan berhubungan dengan masalah manusia pribadi dan masyarakat, dan oleh beberapa ahli diberi batasan sebagai proses penyesuaian oleh pribadi untuk melaksanakan fungsinya didalam masyarakat.”
Untuk melaksanakan hubingan dan interaksi  didalam masyarakat tiap individu memerlukan kesadaran-kesadaran nilai dan kecakapan-kecakapan tertentu. Untuk itu pasti diperlukan proses mengetahui , belajar baik lewat pengalaman sehari-hari maupun melalui  pendidikan formal. Dengan demikian tiap-tiap proses mekanisme didialam masyarakat merupakan proses pengembangan pengaruh timbal balik yang disebut educative effects.
Perkembangan kepribadian manusia  tingkat kematangan ditentukan oleh faktor internal dan faktor external. Potensi-potensi masyarakat itu sebagai faktor dalam dan kontak masyarakat itu dengan dunia luar dan segala kebudayaannya merupakan faktor luar, akan menentukan tingkat perkembangan  suatu masyarakat.
Masyarakat yang  baik, maju,modern, ialah masyarakat yang didalamnya ditemukan suatu pendidikan yang baik. Dengan kata lain, suatu masyarakat  yang maju karena adanya pendidikan yang maju dan pendidikan yang modern hanya akan ditemukan di masyarakat yang modern pula.
Setiap warga masyarakat bercita-cita dan aktif berpartisipasi untuk membina pendidikan. Sebab pembinaan  pendidikan  yang ideal adalah pembinaan atas pribadi warga masyarakat yang  ideal pula. Aspek-aspek kebudayaan didalam masyarakat  seperti ilmupengetahuan, hukum, nilai-nilai dan sebagainya hanya mungkin dimengerti warga masyarakat melalui pendidikan.
Manusia sebagai  subjek adalah manusia yang menyadari  dirinya sendiri, untuk apa dan bagaimana ia harus hidup.  Dari kesadaran subyek  dengan segala potensi, kondisi dan  kepentingannya , manusia mengatur hipupnya, menetapkan cita-citanya sendiri .
Masyarakat harus secara aktif menetapkan asas-asas pendidikan yang tersimpul didalam filsafat pendidikan masyarakat. Untuk pelaksanaan pendidikan bangsa, maka pedoman pelaksanaan pendidikan itu termaktub didalam undang-undang pendidikan.

Kamis, 03 Desember 2015

MAKALAH EKSPANSI BARAT ATAS DUNIA ISLAM



EKSPANSI BARAT ATAS DUNIA ISLAM


 






Disusun ol9eh :
1.      Nur Muhammad Syarif                (144101124)
2.      Ngainun Jariyah                            (15410082)
3.      Lisva Farhana                               (15410083)
4.      Muhammad Saiful Rohman         (15410084)
5.      Lazuardi Aghsat Sukmawan        (15410085)
6.      Apriliya Mayasari                         (15410086)
7.      Siti Nurjanah                                (15410087)
Kelompok 7
Kelas I B

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH dan KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulisan makalah yang judul “Ekspansi Barat atas Dunia Islam” dapat terselesaikan dengan baik. Tak lupa shalawat serta salam penulis haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, serta kepada seluruh pengikutnya.
Makalah ini ditulis selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Kebudayaan Islam dan Budaya Lokal juga sebagai tambahan ilmu yang bermanfaat bagi penulis.
Dalam penyelesaian makalah ini, penulis dibantu oleh beberapa pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.      H. Abdul Malik Usman selaku dosen pengampu mata kuliah Sejarah Kebudayaan Islam dan Budaya Lokal.
2.      Orang Tua yang selalu mendoakan.
3.      Semua pihak yang telah membantu penulis.
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun bagi penulis. Serta, penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Yogyakarta, 1 Desember 2015

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.....................................................................................       
KATA PENGANTAR...................................................................................       
DAFTAR ISI.................................................................................................       
BAB I PENDAHULUAN............................................................................       
A.    Latar Belakang...................................................................................       
B.     Rumusan Masalah..............................................................................       
C.     Tujuan.................................................................................................       
BAB II PEMBAHASAN..............................................................................       
A.    Masa Renaisans di Eropa...................................................................       
B.     Kemunduran Kerajaan Turki Usmani dan Ekspansi Dunia Barat atas Dunia Islam  
C.     Penjajahan Barat di India dan Asia Tenggara....................................
D.    Usaha Umat Islam untuk Mencapai Kemerdekaan............................
BAB III PENUTUP......................................................................................       
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................       

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Umat Islam mengalami puncak kejayaan kedua pada masa tiga kerajaan besar berkuasa, yakni kerajaan Turki Usmani, Safawi, dan Mughal. Namun, seperti pada masa kekuasan Islam terdahulu lambat  laun kekuatan Islam menurun. Bersamaan dengan kemunduran tiga kerajaan Islam tersebut, bangsa barat mulai menunjukkan usaha kebangkitan.
Kebangkitan bangsa barat bermuara pada hazanah ilmu pengetahuan dan metode berfikir yang dikembangkan umat Islam yakni rassional. Diantara jalur memasuknya ilmu pengetahuan Islam ke Eropa yang terpenting adalah Spanyol. Ketika Spanyol Islam mengalami kejayaan, banyak orang-orang Eropa yang datang untuk belajar kesana, kemudian menerjemahkan karya-karya ilmiah umat Islam. Hal ini dimulai sejak abad ke-12.
Gerakan renaissance bangsa Eropa melahirakan perubahan-perubahan besar. Abad ke 16 dan ke-17 merupakan abad yang paling penting bagi kebangkitan Eropa, sementara pada akhir abad ke-17 itu pula, dunia Islam mulai mengalami kemunduran. Banyak penemuan-penemuan dalam segala lapangan ilmu pengetahuan dan kehidupan yang diperoleh orang-orang Eropa.
Perkembangan itu kemudian melahirkan revolusi industri di Eropa. Sehingga dengan kekuatan baru yang mereka miliki Eropa menjadi penguasa lautan dan bebas melakukan kegiatan ekonomi dan perdagangan dari dan keseluruh dunia, tanpa mendapat hambatan berarti dari lawan-lawan mereka yang masih menggunakan persenjataan sederhana.
Dalam masa itu, kemerosotan dunia Islam tidak terbatas pada bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan saja, melainkan mereka juga tertinggal dari Eropa dalam industri perang. Dengan organisasi dan persenjataan modern, pasukan perang Eropa mampu melancarkan pukulan telak terhadap daerah-daerah kekuasaan Islam. Kekutan-kekuatan Eropa menjajah satu demi satu negara Islam. Perancis menduduki Aljazair pada tahun 1830, dan merebut Aden dari Inggris 9 tahun kemudian. Tunisia ditaklukan pada tahun 1881, Mesir pada tahun 1882, Sudan pada 1889.
Sementara itu, wilayah Islam di Asia Tengah juga tidak luput dari penjajahan barat. Umat Islam di Asia Tengah menjadi sasaran penduduk Uni Soviet.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang tertera diatas, maka penulis berkenan untuk merumuskan masalah yang berkaitan dengan Ekspansi Barat atas Dunia Islam, diantaranya:
1.      Bagaimana proses Masa renaisans di Eropa ?
2.      Bagaimana Proses kemunduran kerajaan Turki Usmani dan ekspansi Barat atas dunia Islam ?
3.      Bagaimana Penjajahan barat di India dan Asia Tenggara ?
4.      Bagaimana usaha umat Islam untuk mencapai kemerdekaan ?
C.    Tujuan
Berdasarkan permasalahan di atas, tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui proses masa renaisans di Eropa.
2.      Mengetahui proses kemunduran kerajaan Turki Usmani dan ekspansi Barat atas dunia Islam.
3.      Mengetahui penjajahan barat di India dan Asia Tenggara.
4.      Mengetahui usaha umat Islam untuk mencapai kemerdekaan.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Masa Renaisans di Eropa
Kata renaisans berasal dari bahasa Prancis yakni Renaissance yang secara etimologi memiliki arti lahir kembali atau kelahiran kembali. Yang dimaksudkan adalah kelahiran kembali budaya klasik terutama budaya yunani kuno dan budaya romawi kuno yang dapat melakukan pemikiran-pemikiran secara bebas tentang segala kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk kehidupan bertuhan.[1] Secara terminologi pengertian renaisans adalah timbulnya evolusi pandangan hidup orang-orang eropa dari jaman pertengahan ke jaman barunya melalui proses jamna peralihan yang sangat cepat.
Abad pertengahan (Middle Age) merupakan jaman dimana Eropa sedang mengalami masa suram. Masa tanpa cahaya pengetahuan sedikitpun. Perkembangan ilmu pengetahuan sangat dibatasi oleh doktrin-doktrin yang menguatkan dan menguntungkan bagi gereja. Dominasi gereja sangatlah kuat dalam berbagai aspek kehidupan. Agama kristen sangat mempengaruhi berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah seolah-olah raja tidak mempunyai kekuasaan justru gerejalah yang mengatur pemerintahan. Hal-hal yang bertentangan dengan gereja akan mendapatkan hukuman yang sangat kejam. Oleh karena itu, masa ini disebut dengan Dark Age atau zaman kegelapan.
Renaisans itu muncul karena adanya beberpa faktor yang mendorong timbulnya renaisans tersebut, yaitu adanya pengaruh perkembangan kebudayaan Isalam di Andalusia. Dimana kebudayaan itu menyentuh kehidupan kerajaan-kerajaan di negara barat, terutama lewat Spanyol kristen, kemudian merembet kenegara-negara barat lainnya.
Spanyol kristen pada waktu itu mulai sadar dan mengakui keunggulan kaum muslimin, berikut kebudayaanya, sehingga pada tahun 830 M raja Alvanso Agung meminta dua orang sarjana Spanyol Islam untuk menjadi guru besar pada putra-putranya dan ahli warisnya. Dari proses ini kemudian para cendekiawan barat banyak yang tergiur oleh ilmu yang ada di Andalus dan banyak bedatangan ke Kordova, Sevilla, Toledo, dan kota-kota pusat ilmu pengetahuan lainya. Bahasa Arab pada saat itu menjaddi bahasa resmi pemerintaan, sehingga dalam waktu yang relatif singkat bahasa tersebut dapat tersebar keseluruh negeri Spanyol, bahkan diantara mereka menerjemahkan Taurat dari bahasa latin ke bahasa Arab. Universitas Toledo inilah yang pada akhirnya banyak mencetak cendikiawan-cendikiawan tangguh yang tersebar di seluruh eropa kristen, antara lain: Pedro Al Fanso, seorang yahudi yang masuk kristen yang mentercemahkan beberapa karangan tentang Asrtronomi, Teologi dan Kedokteran. Kemudian Adelarde menerjemahkan Matematika; Abraham Barhiyya menerjemahkan Filsafat Astronomi kedalam bahasa latin.
Gerakan penerjemah ini kemudian berkembang secara lebih pesat dan mendapat dukungan raja. Masa penerjeemah dari Arab ke Latin itu bukan hanya terjadi di Universitas Toledo saja akan tetapi di Biara Santia Reppoll tembat kaum benediktin di sana juga didirikan pendidikan penerjemahan meliputi buku-buku Filsafat, Geometri, Astronomi, dan lain sebagainya. Sehingga pada abad ke 11  hasil terjemahan itu tersebar luas keseluruh Eropa. Di perpustakaan Vatikan Roma, di Blibliotheque Nationale, di Paris, dan di British Museum London juga terdapat naskan terjemahan dari abad ke 11, bersama dengan beberapa buku terjemahan dari Reppoll.

B.     Kemunduran Kerajaan Turki Usmani dan Ekspansi Dunia Barat atas Dunia Islam
1.      Kemunduran Kerajaan Turki Usmani
Kemajuan-kemajuan Eropa dalam teknologi militer dan industri perang membuat kerajaan Usmani menjadi kecil dihadapan Eropa. Akan tetapi, nama besar Turki Usmani masih membuat Eropa Barat segan untuk menyerang atau mengalahkan wilayah-wilayah yang berada berada dibawah kekuasan kerajaan Islam ini, termasuk daerah-daerah yang berada di Eropa Timur. Namun, kekalahan besar kerajaan Turki Usmani dalam menghadapi serangan Eropa di Wina tahun 1683 M membuka mata barat bahwa kerajaan Usmani telah mundur jauh sekali. Sejak itulah kerajaan Usmani berulang kali mendapat serangan-serangan besar dari barat.[2]
Penyebab kemunduran kerajaan turki usmani adalah kelemahan raja-raja usmani karena wewenangnya sudah jauh menurun. Disamping itu, keuangan negara yang terus mengalami kebangkrutan sehingga tidak mampu menunjang usaha pembaruan. Faktor terpenting lainnya yang membawa kegagalan itu karena ulama dantentara Yenissari yang sejak abad ke 17 M menguasai suasana politik kejaraan Usmani serta menolak usaha pembaharuan itu. Dengan demikian, kerajaan usmani terus saja mendekati jurang kehanjuranya, sementara barat yang menjadi ancaman baginya semakin basar.[3]
Ketika terjadi perang dunia I (1915 M), Turki Usmani berada dipihak yang kalah. Sampai tahun 1919 M Turki diserbu tentara sekutu. Sejak itu, kebesaran Turki Usmani benar-benar tengelam, bahkan tidak lama kemudian, kekhalifahannya dihapuskan (1924 M). Semua daerah kekuasaannya yang luas, baik di Asia maupun di Afrika diambil alih oleh negara-negara Eropa yang menang perang. Perang dunia itu merupakan babak akhir proses penaklukan Barat terhadap negeri-negeri Islam. Sejak saat itu, seakan-akan tidak ada lagi kerajaan Islam yang betul-betul merdeka.[4]
2.      Ekspansi Barat Atas Dunia Islam
India ketika berada pada masa kemajuan pemerintahan kerajaan Mughal adalah negeri yang kaya dengan hasil pertanian. Hal itu mengundang Eropa yang sedang mengalami kemajuan untuk berdagang ke sana. Di awal abad ke-17 M, Inggris dan Belanda mulai menginjakkan kaki di India. Pada tahun 1611 M, Inggris mendapat izin menanamkan modal, dan pada tahun 1617 M Belanda mendapatkan izin yang sama.[5]
Asia Tenggara, negeri tempat Islam baru mulai berkembang, yang merupakan daerah rempah-rempah terkenal pada masa itu, justru menjadi ajang perebutan negara-negara Eropa. Kekuatan Eropa malah lebih awal menancapkan kekuasaannya di negeri ini. Hal itu mungkin karena, dibandingkan dengan Mughal, kerajaan-kerajaan Islam di Asia Tenggara lebih lemah sehingga dengan mudah dapat ditaklukkan.
Kerajaan Islam Malaka yang berdiri pada awal abad ke-15 M di Semenanjung Malaya yang strategis dan merupakan kerajaan Islam kedua di Asia Tenggara setelah Samudera Pasai, ditaklukkan Portugis tahun 1511 M. Sejak itu, peperangan-peperangan antara Portugis melawan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia seringkali berkobar. Pedagang-pedagang Portugis terutama berupaya menguasai Maluku yang sangat kaya akan rempah-rempah. Penjajahan Portugis yang terlama di Nusantara adalah di Timor-Timur.[6]
Pada tahun 1521 M, Spanyol datang ke Maluku dengan tujuan dagang. Spanyol berhasil menguasai Filiphina, termasuk di dalamnya beberapa kerajaan Islam, seperti Kesultanan Maguindanao, Kesultanan Buayan, dan Kesultanan Sulu.[7]
Akhir abad ke-16 M, giliran Belanda, Inggris, Denmark, dan Prancis yang datang ke Asia Tenggara. Akan tetapi, dua negara yang disebut terakhir tidak berhasil menjajah negeri di Asia Tenggara dan hanya datang untuk berdagang. Belanda datang tahun 1595 M dan dengan segera dapat memonopoli perdagangan di kepulauan Nusantara. Kongsi dagangnya, VOC, segera pula memainkan peran politik. Tentu saja, kehadirannya ditantang oleh penduduk stempat. Oleh karena itu, seringkali terjadi peperangan antara Belanda dengan penduduk, walaupun akhirnya peperangan itu dimenangkan oleh Belanda. Yang terbesar diantaranya adalah Perang Aceh, Perang Paderi di Minangkabau, dan Perang Diponegoro di Jawa.
Sebagaimana di India, di Asia Tenggara kekuasaan politik negara-negara Eropa itu berlanjut terus sampai pertengahan abad ke-20 M, ketika negeri-negeri jajahan tersebut memerdekakan diri dari kekuasaan asing.[8]
Penetrasi Barat ke pusat dunia Islam di Timur Tengah pertama-tama dilakukan oleh dua bangsa Eropa terkemuka, Inggris dan Prancis, yang memang sedang bersaing. Inggris terlebih dulu menanamkan pengaruhnya di India. Prancis merasa perlu memutuskan hubungan komunikasi antara Inggris di Barat dan India di Timur. Oleh karena itu, pintu gerbang ke India, yaitu Mesir, harus berada di bawah kekuasaannya. Untuk maksud tersebut, Mesir dapat ditaklukkan Prancis tahun 1798 M.
Faktor utama yang menarik kehadiran kekuatan-kekuatan Eropa ke negeri-negeri muslim adalah ekonomi dan politik. Kemajuan Eropa dalam bidang industri menyebabkannya membutuhkan bahan-bahan baku, di samping rempah-rempah. Mereka juga membutuhkan negeri-negeri tempat mereka dapat memasarkan hasil industri mereka itu. Untuk menunjang perekonomian tersebut, kekuatan politik diperlukan sekali. Akan tetapi, persoalan agama seringkali terlibat dalam proses politik penjajahan barat atas negeri-negeri Islam ini. Trauma perang Salib agaknya masih membekas pada sebagian orang Barat, terutama Portugis dan Spanyol, karena dua negara ini untuk jangka waktu berabad-abad berada di bawah kekuasaan Islam.[9]
C.     Penjajahan Barat di India dan Asia Tenggara
Konsi dagan Inggris, British East India Company (BEIC), mulai berusaha menguasai wilayah India bagian timur ketika ia merasa cukup kuat. Penguasa-penguasa setempat mencoba mempertahankan kekuasaan dan berperang melawan Inggris tahun 1761M. Namun, mereka tidak berhasil mengalahkan Inggris. Akibatnya, daerah-daerah Oudh, Bengal, dan Orissa jatuh ke tangan Inggris. Pada tahun 1803M, Delhi, ibukota kerajaan Mughal juga berada di bawah bayang-bayang kekuasaan Inggris[10], karena bantiuan yang diberikan Inggris kepada raja ketika mengalahkan aliansi  Sikh-Hindu berusaha menguasai kerajaan. Mulai saat itulah Inggris leluasa mengembangkan sayap kekuasaannya dia anak benua India dan sekitarnya. Pada tahun 1842M, Keamiran Muslim Sind di India dikuasainya. Tahun 1857 M kerajaan Mughal bahkan dikuasai penuh dan setahun kemudiaan rajanya yang terakhir dipaksa meninggalkan istana. Sejak itu, India berada di bawah kekuasaan Inggris yang menegakkan pemerintahannya di sana. Pada tahun 1879 M, Inggris berusaha menguasai Afghanistan dan Kesultanan Muslim Baluchistan dimasukkan di bawah kekuasaan India-Inggris, tahun 1899 M.

D.    Usaha Umat Islam untuk Mencapai Kemerdekaan




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan


DAFTAR PUSTAKA
Adib, Muhammad. 2010.Filsafat Ilmu : Otologi, epistimologi, aksiologi, dan logika ilmu pengetahuan,Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Brown Alison.29.Sejarah RenaisansEroa.YogyakartaKreasiWacana.
Harun, M Yahya. 1987. Perang Salib dan Pengaruh Islam di Eropah. Yogyakarta: CV. Bina Usaha Yogyakarta.
Jenggis P, Akhmad. 2011. Kebangkitan Islam. Yogyakarta: NFP Publishing.
Kraemer, Joel I. 2003. Renaisans Islam. Bandung: Mizan.
Malik, Maman A, dkk. 2005. Sejarah Kebudayaan Islam. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga
Yatim,Badri. 2014.Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.



[1] Muhammad Adib, Filsafat Ilmu : Otologi, epistimologi, aksiologi, dan logika ilmu pengetahuan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), Cet I, Hlm.4.
[2] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2014), Cet. 25, Hlm. 178.
[3]Ibid, hlm.179.
[4]Ibid, hlm. 181.
[5] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II, (PT. Raja Grafindo Persada:Jakarta), 2014, hlm 175-176
[6] Ibid, hlm 176-177
[7] Ibid, hlm 177
[8] Ibid, hlm 177
[9] Ibid, hlm 183-184
[10]Ibid, hlm. 176.