EKSPANSI BARAT ATAS DUNIA ISLAM
![]() |
Disusun ol9eh :
1.
Nur
Muhammad Syarif (144101124)
2.
Ngainun
Jariyah (15410082)
3.
Lisva
Farhana (15410083)
4.
Muhammad
Saiful Rohman (15410084)
5.
Lazuardi
Aghsat Sukmawan (15410085)
6.
Apriliya
Mayasari (15410086)
7.
Siti
Nurjanah (15410087)
Kelompok 7
Kelas I B
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH dan KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah memberkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulisan makalah yang
judul “Ekspansi Barat atas Dunia Islam” dapat terselesaikan dengan baik. Tak
lupa shalawat serta salam penulis haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW,
kepada keluarganya, para sahabatnya, serta kepada seluruh pengikutnya.
Makalah ini ditulis selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah
Kebudayaan Islam dan Budaya Lokal juga sebagai tambahan ilmu yang bermanfaat
bagi penulis.
Dalam penyelesaian makalah ini, penulis dibantu oleh beberapa
pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.
H.
Abdul Malik Usman selaku dosen pengampu mata kuliah Sejarah Kebudayaan Islam
dan Budaya Lokal.
2.
Orang
Tua yang selalu mendoakan.
3.
Semua
pihak yang telah membantu penulis.
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari masih terdapat
kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun bagi penulis. Serta, penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat
bagi pembaca.
Yogyakarta, 1 Desember 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.....................................................................................
KATA PENGANTAR...................................................................................
DAFTAR ISI.................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN............................................................................
A.
Latar
Belakang...................................................................................
B.
Rumusan
Masalah..............................................................................
C.
Tujuan.................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN..............................................................................
A.
Masa
Renaisans di Eropa...................................................................
B.
Kemunduran
Kerajaan Turki Usmani dan Ekspansi Dunia Barat atas Dunia Islam
C.
Penjajahan
Barat di India dan Asia Tenggara....................................
D.
Usaha
Umat Islam untuk Mencapai Kemerdekaan............................
BAB III PENUTUP......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Umat Islam mengalami puncak kejayaan kedua pada masa tiga kerajaan
besar berkuasa, yakni kerajaan Turki Usmani, Safawi, dan Mughal. Namun, seperti
pada masa kekuasan Islam terdahulu lambat
laun kekuatan Islam menurun. Bersamaan dengan kemunduran tiga kerajaan Islam
tersebut, bangsa barat mulai menunjukkan usaha kebangkitan.
Kebangkitan bangsa barat bermuara pada hazanah ilmu pengetahuan dan
metode berfikir yang dikembangkan umat Islam yakni rassional. Diantara jalur
memasuknya ilmu pengetahuan Islam ke Eropa yang terpenting adalah Spanyol.
Ketika Spanyol Islam mengalami kejayaan, banyak orang-orang Eropa yang datang
untuk belajar kesana, kemudian menerjemahkan karya-karya ilmiah umat Islam. Hal
ini dimulai sejak abad ke-12.
Gerakan renaissance bangsa Eropa melahirakan perubahan-perubahan
besar. Abad ke 16 dan ke-17 merupakan abad yang paling penting bagi kebangkitan
Eropa, sementara pada akhir abad ke-17 itu pula, dunia Islam mulai mengalami
kemunduran. Banyak penemuan-penemuan dalam segala lapangan ilmu pengetahuan dan
kehidupan yang diperoleh orang-orang Eropa.
Perkembangan itu kemudian melahirkan revolusi industri di Eropa.
Sehingga dengan kekuatan baru yang mereka miliki Eropa menjadi penguasa lautan
dan bebas melakukan kegiatan ekonomi dan perdagangan dari dan keseluruh dunia,
tanpa mendapat hambatan berarti dari lawan-lawan mereka yang masih menggunakan
persenjataan sederhana.
Dalam masa itu, kemerosotan dunia Islam tidak terbatas pada bidang
ilmu pengetahuan dan kebudayaan saja, melainkan mereka juga tertinggal dari Eropa
dalam industri perang. Dengan organisasi dan persenjataan modern, pasukan perang
Eropa mampu melancarkan pukulan telak terhadap daerah-daerah kekuasaan Islam.
Kekutan-kekuatan Eropa menjajah satu demi satu negara Islam. Perancis menduduki
Aljazair pada tahun 1830, dan merebut Aden dari Inggris 9 tahun kemudian.
Tunisia ditaklukan pada tahun 1881, Mesir pada tahun 1882, Sudan pada 1889.
Sementara itu, wilayah Islam di Asia Tengah juga tidak luput dari
penjajahan barat. Umat Islam di Asia Tengah menjadi sasaran penduduk Uni
Soviet.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang tertera diatas, maka penulis
berkenan untuk merumuskan masalah yang berkaitan dengan Ekspansi Barat atas
Dunia Islam, diantaranya:
1.
Bagaimana
proses Masa renaisans di Eropa ?
2.
Bagaimana
Proses kemunduran kerajaan Turki Usmani dan ekspansi Barat atas dunia Islam ?
3.
Bagaimana
Penjajahan barat di India dan Asia Tenggara ?
4.
Bagaimana
usaha umat Islam untuk mencapai kemerdekaan ?
C.
Tujuan
Berdasarkan permasalahan di atas, tujuan dari penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut :
1.
Mengetahui
proses masa renaisans di Eropa.
2.
Mengetahui
proses kemunduran kerajaan Turki Usmani dan ekspansi Barat atas dunia Islam.
3.
Mengetahui
penjajahan barat di India dan Asia Tenggara.
4.
Mengetahui
usaha umat Islam untuk mencapai kemerdekaan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Masa
Renaisans di Eropa
Kata renaisans berasal dari bahasa Prancis yakni Renaissance
yang secara etimologi memiliki arti lahir kembali atau kelahiran kembali. Yang
dimaksudkan adalah kelahiran kembali budaya klasik terutama budaya yunani kuno
dan budaya romawi kuno yang dapat melakukan pemikiran-pemikiran secara bebas
tentang segala kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk
kehidupan bertuhan.[1]
Secara terminologi pengertian renaisans adalah timbulnya evolusi pandangan
hidup orang-orang eropa dari jaman pertengahan ke jaman barunya melalui proses
jamna peralihan yang sangat cepat.
Abad pertengahan (Middle Age) merupakan jaman dimana Eropa
sedang mengalami masa suram. Masa tanpa cahaya pengetahuan sedikitpun.
Perkembangan ilmu pengetahuan sangat dibatasi oleh doktrin-doktrin yang
menguatkan dan menguntungkan bagi gereja. Dominasi gereja sangatlah kuat dalam
berbagai aspek kehidupan. Agama kristen sangat mempengaruhi berbagai kebijakan
yang dibuat oleh pemerintah seolah-olah raja tidak mempunyai kekuasaan justru
gerejalah yang mengatur pemerintahan. Hal-hal yang bertentangan dengan gereja
akan mendapatkan hukuman yang sangat kejam. Oleh karena itu, masa ini disebut
dengan Dark Age atau zaman kegelapan.
Renaisans itu muncul karena adanya beberpa faktor yang mendorong
timbulnya renaisans tersebut, yaitu adanya pengaruh perkembangan kebudayaan
Isalam di Andalusia. Dimana kebudayaan itu menyentuh kehidupan
kerajaan-kerajaan di negara barat, terutama lewat Spanyol kristen, kemudian
merembet kenegara-negara barat lainnya.
Spanyol kristen pada waktu itu mulai
sadar dan mengakui keunggulan kaum muslimin, berikut kebudayaanya, sehingga
pada tahun 830 M raja Alvanso Agung meminta dua orang sarjana Spanyol Islam
untuk menjadi guru besar pada putra-putranya dan ahli warisnya. Dari proses ini
kemudian para cendekiawan barat banyak yang tergiur oleh ilmu yang ada di
Andalus dan banyak bedatangan ke Kordova, Sevilla, Toledo, dan kota-kota pusat
ilmu pengetahuan lainya. Bahasa Arab pada saat itu menjaddi bahasa resmi
pemerintaan, sehingga dalam waktu yang relatif singkat bahasa tersebut dapat
tersebar keseluruh negeri Spanyol, bahkan diantara mereka menerjemahkan Taurat
dari bahasa latin ke bahasa Arab. Universitas Toledo inilah yang pada akhirnya
banyak mencetak cendikiawan-cendikiawan tangguh yang tersebar di seluruh eropa
kristen, antara lain: Pedro Al Fanso, seorang yahudi yang masuk kristen yang
mentercemahkan beberapa karangan tentang Asrtronomi, Teologi dan Kedokteran.
Kemudian Adelarde menerjemahkan Matematika; Abraham Barhiyya menerjemahkan
Filsafat Astronomi kedalam bahasa latin.
Gerakan penerjemah ini kemudian berkembang secara lebih pesat dan
mendapat dukungan raja. Masa penerjeemah dari Arab ke Latin itu bukan hanya
terjadi di Universitas Toledo saja akan tetapi di Biara Santia Reppoll tembat
kaum benediktin di sana juga didirikan pendidikan penerjemahan meliputi
buku-buku Filsafat, Geometri, Astronomi, dan lain sebagainya. Sehingga pada
abad ke 11 hasil terjemahan itu tersebar
luas keseluruh Eropa. Di perpustakaan Vatikan Roma, di Blibliotheque Nationale,
di Paris, dan di British Museum London juga terdapat naskan terjemahan dari
abad ke 11, bersama dengan beberapa buku terjemahan dari Reppoll.
B.
Kemunduran
Kerajaan Turki Usmani dan Ekspansi Dunia Barat atas Dunia Islam
1.
Kemunduran
Kerajaan Turki Usmani
Kemajuan-kemajuan Eropa dalam teknologi militer dan industri perang
membuat kerajaan Usmani menjadi kecil dihadapan Eropa. Akan tetapi, nama besar
Turki Usmani masih membuat Eropa Barat segan untuk menyerang atau mengalahkan
wilayah-wilayah yang berada berada dibawah kekuasan kerajaan Islam ini,
termasuk daerah-daerah yang berada di Eropa Timur. Namun, kekalahan besar
kerajaan Turki Usmani dalam menghadapi serangan Eropa di Wina tahun 1683 M
membuka mata barat bahwa kerajaan Usmani telah mundur jauh sekali. Sejak itulah
kerajaan Usmani berulang kali mendapat serangan-serangan besar dari barat.[2]
Penyebab kemunduran kerajaan turki usmani adalah kelemahan
raja-raja usmani karena wewenangnya sudah jauh menurun. Disamping itu, keuangan
negara yang terus mengalami kebangkrutan sehingga tidak mampu menunjang usaha
pembaruan. Faktor terpenting lainnya yang membawa kegagalan itu karena ulama
dantentara Yenissari yang sejak abad ke 17 M menguasai suasana politik kejaraan
Usmani serta menolak usaha pembaharuan itu. Dengan demikian, kerajaan usmani
terus saja mendekati jurang kehanjuranya, sementara barat yang menjadi ancaman
baginya semakin basar.[3]
Ketika terjadi perang dunia I (1915 M), Turki Usmani berada dipihak
yang kalah. Sampai tahun 1919 M Turki diserbu tentara sekutu. Sejak itu, kebesaran
Turki Usmani benar-benar tengelam, bahkan tidak lama kemudian, kekhalifahannya
dihapuskan (1924 M). Semua daerah kekuasaannya yang luas, baik di Asia maupun
di Afrika diambil alih oleh negara-negara Eropa yang menang perang. Perang
dunia itu merupakan babak akhir proses penaklukan Barat terhadap negeri-negeri
Islam. Sejak saat itu, seakan-akan tidak ada lagi kerajaan Islam yang
betul-betul merdeka.[4]
2.
Ekspansi
Barat Atas Dunia Islam
India ketika berada pada masa kemajuan pemerintahan kerajaan Mughal
adalah negeri yang kaya dengan hasil pertanian. Hal itu mengundang Eropa yang
sedang mengalami kemajuan untuk berdagang ke sana. Di awal abad ke-17 M,
Inggris dan Belanda mulai menginjakkan kaki di India. Pada tahun 1611 M,
Inggris mendapat izin menanamkan modal, dan pada tahun 1617 M Belanda
mendapatkan izin yang sama.[5]
Asia Tenggara, negeri tempat Islam baru mulai berkembang, yang
merupakan daerah rempah-rempah terkenal pada masa itu, justru menjadi ajang
perebutan negara-negara Eropa. Kekuatan Eropa malah lebih awal menancapkan
kekuasaannya di negeri ini. Hal itu mungkin karena, dibandingkan dengan Mughal,
kerajaan-kerajaan Islam di Asia Tenggara lebih lemah sehingga dengan mudah
dapat ditaklukkan.
Kerajaan Islam Malaka yang berdiri pada awal abad ke-15 M di
Semenanjung Malaya yang strategis dan merupakan kerajaan Islam kedua di Asia
Tenggara setelah Samudera Pasai, ditaklukkan Portugis tahun 1511 M. Sejak itu,
peperangan-peperangan antara Portugis melawan kerajaan-kerajaan Islam di
Indonesia seringkali berkobar. Pedagang-pedagang Portugis terutama berupaya
menguasai Maluku yang sangat kaya akan rempah-rempah. Penjajahan Portugis yang
terlama di Nusantara adalah di Timor-Timur.[6]
Pada tahun 1521 M, Spanyol datang ke Maluku dengan tujuan dagang.
Spanyol berhasil menguasai Filiphina, termasuk di dalamnya beberapa kerajaan
Islam, seperti Kesultanan Maguindanao, Kesultanan Buayan, dan Kesultanan Sulu.[7]
Akhir abad ke-16 M, giliran Belanda, Inggris, Denmark, dan Prancis
yang datang ke Asia Tenggara. Akan tetapi, dua negara yang disebut terakhir
tidak berhasil menjajah negeri di Asia Tenggara dan hanya datang untuk
berdagang. Belanda datang tahun 1595 M dan dengan segera dapat memonopoli
perdagangan di kepulauan Nusantara. Kongsi dagangnya, VOC, segera pula
memainkan peran politik. Tentu saja, kehadirannya ditantang oleh penduduk
stempat. Oleh karena itu, seringkali terjadi peperangan antara Belanda dengan
penduduk, walaupun akhirnya peperangan itu dimenangkan oleh Belanda. Yang
terbesar diantaranya adalah Perang Aceh, Perang Paderi di Minangkabau, dan
Perang Diponegoro di Jawa.
Sebagaimana di India, di Asia Tenggara kekuasaan politik
negara-negara Eropa itu berlanjut terus sampai pertengahan abad ke-20 M, ketika
negeri-negeri jajahan tersebut memerdekakan diri dari kekuasaan asing.[8]
Penetrasi Barat ke pusat dunia Islam di Timur Tengah pertama-tama
dilakukan oleh dua bangsa Eropa terkemuka, Inggris dan Prancis, yang memang
sedang bersaing. Inggris terlebih dulu menanamkan pengaruhnya di India. Prancis
merasa perlu memutuskan hubungan komunikasi antara Inggris di Barat dan India
di Timur. Oleh karena itu, pintu gerbang ke India, yaitu Mesir, harus berada di
bawah kekuasaannya. Untuk maksud tersebut, Mesir dapat ditaklukkan Prancis
tahun 1798 M.
Faktor utama yang menarik kehadiran kekuatan-kekuatan Eropa ke
negeri-negeri muslim adalah ekonomi dan politik. Kemajuan Eropa dalam bidang
industri menyebabkannya membutuhkan bahan-bahan baku, di samping rempah-rempah.
Mereka juga membutuhkan negeri-negeri tempat mereka dapat memasarkan hasil
industri mereka itu. Untuk menunjang perekonomian tersebut, kekuatan politik
diperlukan sekali. Akan tetapi, persoalan agama seringkali terlibat dalam
proses politik penjajahan barat atas negeri-negeri Islam ini. Trauma perang
Salib agaknya masih membekas pada sebagian orang Barat, terutama Portugis dan
Spanyol, karena dua negara ini untuk jangka waktu berabad-abad berada di bawah
kekuasaan Islam.[9]
C.
Penjajahan
Barat di India dan Asia Tenggara
Konsi dagan Inggris, British East
India Company (BEIC), mulai berusaha menguasai wilayah India bagian timur
ketika ia merasa cukup kuat. Penguasa-penguasa setempat mencoba mempertahankan
kekuasaan dan berperang melawan Inggris tahun 1761M. Namun, mereka tidak
berhasil mengalahkan Inggris. Akibatnya, daerah-daerah Oudh, Bengal, dan Orissa
jatuh ke tangan Inggris. Pada tahun 1803M, Delhi, ibukota kerajaan Mughal juga
berada di bawah bayang-bayang kekuasaan Inggris[10],
karena bantiuan yang diberikan Inggris kepada raja ketika mengalahkan
aliansi Sikh-Hindu berusaha menguasai
kerajaan. Mulai saat itulah Inggris leluasa mengembangkan sayap kekuasaannya
dia anak benua India dan sekitarnya. Pada tahun 1842M, Keamiran Muslim Sind di
India dikuasainya. Tahun 1857 M kerajaan Mughal bahkan dikuasai penuh dan
setahun kemudiaan rajanya yang terakhir dipaksa meninggalkan istana. Sejak itu,
India berada di bawah kekuasaan Inggris yang menegakkan pemerintahannya di
sana. Pada tahun 1879 M, Inggris berusaha menguasai Afghanistan dan Kesultanan
Muslim Baluchistan dimasukkan di bawah kekuasaan India-Inggris, tahun 1899 M.
D.
Usaha
Umat Islam untuk Mencapai Kemerdekaan
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
Adib, Muhammad.
2010.Filsafat Ilmu : Otologi, epistimologi, aksiologi, dan logika ilmu
pengetahuan,Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Brown Alison.29.Sejarah
RenaisansEroa.YogyakartaKreasiWacana.
Harun, M Yahya.
1987. Perang Salib dan Pengaruh Islam di Eropah. Yogyakarta: CV. Bina
Usaha Yogyakarta.
Jenggis P,
Akhmad. 2011. Kebangkitan Islam. Yogyakarta: NFP Publishing.
Kraemer, Joel
I. 2003. Renaisans Islam. Bandung: Mizan.
Malik, Maman A,
dkk. 2005. Sejarah Kebudayaan Islam. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN
Sunan Kalijaga
Yatim,Badri. 2014.Sejarah
Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
[1]
Muhammad Adib, Filsafat Ilmu : Otologi, epistimologi, aksiologi, dan logika
ilmu pengetahuan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), Cet I, Hlm.4.
[2]
Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada,
2014), Cet. 25, Hlm. 178.
[3]Ibid,
hlm.179.
[4]Ibid,
hlm. 181.
[5] Badri
Yatim, Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II, (PT. Raja Grafindo
Persada:Jakarta), 2014, hlm 175-176
[6] Ibid,
hlm 176-177
[7] Ibid,
hlm 177
[8] Ibid, hlm
177
[9] Ibid,
hlm 183-184
[10]Ibid,
hlm. 176.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar